POSITIF DAN NEGATIF SOSIAL MEDIA TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL ANAK

 

 

ARTIKEL UAS BAHASA INDONESIA




 


 


CAHYANI INTAN DWI LESTARI

220720100657

 

FAKULTAS HUKUM ( PAGI )

 

UNIVERSITAS MERDEKA PASURUAN

 

Sekretariat: Jl. Ir. H. Juanda No.68, Kota Pasuruan-67129

Contact Person: 083833116772

 

Website: https://unmerpas.ac.id/e-mail  :  unmerpas@gmail.com

 

2022

 

 

 

POSITIF DAN NEGATIF SOSIAL MEDIA TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL ANAK

Abstract

 

Today's school-age children quickly learn to use technological devices that are widely used by adults, such as mobile phones or laptops that are connected to the network, thus providing extraordinary ease of access to various sites and applications provided by social media technology, demonstrating a social change in school-age children in terms of social activity or human relations. The data collection method in this study was collected by observing at school, in this case, conducting interviews with the principal and grade VI students at SDN Tugu 3 Gunung Jawa Tasikmalaya, the total number of students surveyed was 65 people, this study obtained indications of their anti-social behavior because they are too preoccupied with the media they use.

 

Keywords: Social Media Effect, Children Social Relationships, Social Media, Primary School Age.

 

Abstrak

 

Anak usia sekolah saat ini  dengan cepat belajar menggunakan perangkat teknologi yang banyak digunakan oleh orang dewasa  seperti ponsel atau laptop yang terhubung ke jaringan  sehingga memberikan kemudahan akses  melalui luar biasa untuk berbagai situs dan aplikasi  yang disediakan  teknologi media sosial menunjukkan perubahan sosial pada anak usia sekolah  dalam hal kegiatan sosial atau hubungan manusia. Metode pengumpulan data  dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara observasi  di sekolah, dalam hal ini melakukan wawancara dengan  kepala sekolah dan siswa kelas VI SDN Tugu 3 Gunung Jawa Tasikmalaya, jumlah seluruh siswa  yang disurvei berjumlah 65 orang, penelitian ini mendapatkan  indikasi anti sosial pribadi mereka karena  mereka terlalu asyik dengan media yang mereka gunakan.

 

Kata Kunci: Efek Media Sosia; Anak-Anak Sosial Hubungan, Media Sosial, Usia Sekolah Dasar.

 

 

 

 


A. PENDAHULUAN

Banyak literatur yang membahas  fenomena media sosial yang menjadi  sebuah tren yang berkembang luar biasa  di masyarakat kita dan menyebar luas ke anak-anak usia sekolah dasar, khususnya anak-anak Tugu SD 3 Gunung Jawa, Cihideung Tasikmalaya. Fenomena perkembangan tren  dari sosial masih sangat menarik untuk dikaji hingga saat ini.

Terdapat banyak  dampak perkembangan sosial, baik positif maupun negatif  terhadap pendidikan anak usia sekolah dasar , selanjutnya yang menyebabkan perubahan sosial pada anak. Hampir seluruh masyarakat kita di  setiap rumah, baik di kota maupun  bahkan di desa, menghadirkan berbagai bentuk kreasi teknologi  sebagai bagian yang utuh dari penghuni rumahnya.

Karya-karya  teknologi informasi dan komunikasi seperti media sosial dapat menjadikan  anak “orang asing” karena  globalisasi, menjadi begitu bebas hadir  di dalam keluarga, apapun untuk  penggunanya setiap saat, mengubah gaya hidup, membawa  kebiasaan baru, bahkan mereka membutuhkan teknologi  secanggih hipnosis yang mampu  untuk mengubah perilaku mereka dan berkomunikasi dengan orang lain.

Perangkat teknologi saat ini memungkinkan  pengguna untuk memanfaatkan fitur aplikasi terkait media sosial. Bahkan anak-anak usia sekolah dasar  dengan sangat cepat menggunakan perangkat teknologi  yang banyak digunakan seperti ponsel  dan laptop ke Internet, sehingga memberikan kemudahan akses yang luar biasa  ke situs dan aplikasi yang disediakan gratis. memuat. Banyak jenis merek perangkat seluler saat ini menawarkan fitur media sosial gratis atau tidak dan sangat dapat diunduh, seperti Facebook, Twitter, dan  Instagram, yang saat ini  aplikasi dari media sosial yang paling banyak digunakan di masyarakat kita.

Kemudahan yang ditawarkan oleh berbagai perangkat komputasi yang ada dari perangkat ini menjadi syarat utama untuk tersedia setiap hari dalam kehidupan semua dalam berkomunikasi tidak perlu mengeluarkan terlalu banyak dan biaya karena tidak perlu bertatap muka dan pergi langsung ke tempat khusus. Teknologi yang menyediakan komunikasi aplikasi media sosial dengan orang-orang dari di mana saja di dunia dalam waktu yang sangat singkat dan mudah.  Anak-anak usia sekolah dasar pun sudah cepat memahami hal tersebut sehingga ada dampak bawaan dari teknologi yang ada berupa dampak positif maupun negatif terutama yang mempengaruhi aktivitas bersosialisasi mereka. Hal ini ditambah lagi oleh pendapat Azhar Asyad (Khairuni, 2016) mengenai beberapa ciri (karakteristik) media yang dihasilkan sosial media atau teknologi berbasis komputer diantaranya sebagai berikut:

a.       Mereka dapat digunakan secara acak;

b.      Mereka dapat digunakan berdasarkan keinginan siswa/i atau keinginan perancang atau pengembang

sebagaimana direncanakannya;

c.       Biasanya gagasan yang disajikan sesuai dengan simbol dan grafik;

d.      Dapat melibatkan interaktivitas siswa/i yang tinggi.

Sisi positifnya, teknologi seperti media bisa menjadi inovasi untuk pembangunan. Kajian pendidikan dasar di Indonesia pilihan yang mungkin disebut pendidikan teknis adalah salah satu pengakuan pertama teknologi. Teknologi anak Indonesia Dalam proyek ini, siswa dapat Berpartisipasi aktif dalam interaksi dengan teknologi untuk berkembang pemecahan masalah di tempat, kreativitas dan inovasi teknologi, ini adalah bagaimana pendidikan khusus teknologi berkembang. Rasio keterampilan teknis dan keterampilan profesional yang sesuai akumulasi ide-ide teknis. Masih banyak  alternatif lain untuk memperbaiki metode pembelajaran media sosial berkembang dengan kehadiran influencer yang luar biasa begitu luas dapat memberikan warna baru atau wajah baru pada sistem pendidikan global dikenal dengan berbagai istilah e-learning, distance learning, e-learning, web-based learning, pembelajaran berbantuan komputer dan ruang kelas virtual, di mana semua persyaratannya mengacu pada arti yang sama, yaitu pendidikan sains dan teknologi informasi institusi pendidikan saat ini  memperkenalkan dan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebagai basis pembelajaran terkini (Wahjono, 2015) Meskipun teknologi telah membawa banyak manfaat bagi manusia, namun di sisi lain, kemajuan teknologi juga dapat berdampak negatif pada berbagai aspek sosial budaya (Ngafifi, 2014):

a.       Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar.

b.      Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu  lintas sampai tindak kejahatan .

c.       Pola interaksi antar manusia yang berubah. Kehadiran komputer maupun telpon genggam pada kebanyakan rumah tangga golongan tengah ke atas telah mengubah pola interaksi keluarga.

 

Masih banyak lagi dampak khusus yang ditimbulkan seiring perkembangan perangkat teknologi yang ada dan penerapannya dan disini kita akan mengkaji dampak positif dan negatif media sosial, khususnya dalam perubahan perilaku sosial anak di lingkungannya di sekolah dan di rumah. Padahal, dampak media sosial bisa positif negatif tergantung bagaimana guru atau orang tua mengarahkan anak.

Pengelolaan penggunaan media sosial dalam hal tanggung jawab dan waktu penggunaan sangat penting sehingga dibutuhkan banyak peran dari seluruh masyarakat terutama dari orang dewasa untuk dapat membimbing anak-anak usia sekolah dasar.

 

 

B. HASIL DAN PEMBAHASAN

Dilihat dari sisi sejarah berdirinya sekolah SDN Tugu 3 Gunung Jawa Cihideung Tasikmalaya ini sudah sangat lama didirikan yaitu pada tahun 1968-2009 beretempat di daerah depan SPBU UNSIL Tasikmalaya kemudian 2010-2017 bertempat di Jl. Perintis Kemerdekaan Gunung Jawa Padayungan, Kel. Tugujaya, Kec. Cihidieung, Tasikmalaya,

Jabar. Sekolah tersebut mempunyai Nomor NPSN:   20224536 dan Nomor NSS:101327777023. Selama jam sekolah masih dibolehkan membawa telepon genggam dan mengakses internet, namun tidak boleh dilakukan ketika proses belajar mengajar sedang dilakukan.

Analisis mengenai dampak-dampak sosial media terhadap aktifitas sosial anak atau siswa/i di SDN Tugu 3 Gunung Jawa Cihideung Tasikmalaya memberikan hasil yang bervariasi. Adapun metode pengumpulan data pada karya ini dikumpulkan dengan melakukan observasi di sekolah tersebut, dalam hal ini juga telah dilakukan sesi wawancara kepada kepala sekolah dan siswa kelas VI SDN Tugu 3 Gunung Jawa Cihideung Tasikmalaya, akan tetapi karena jumlah siswa yang ingin diwawancarai secara keseluruhan berjumlah 65 orang, dan proses analisis tidak mungkin dilakukan dengan mempelajari semua yang ada pada populasi. Maka peneliti mengambil sampel melalui teknik random sampling sebanyak 25% dari jumlah siswa.

Berdasarkan hasil observasi di sekolah SDN Tugu 3 Gunung Jawa Cihideung Tasikmalaya menunjukkan bahwa sosial media berdampak positif dan dampak negatif terhadap perubahan sosial anak-anak dan dapat dilihat pada tabel 1.

 Mengenai hasil  wawancara mahasiswa tentang  dampak penggunaan media sosial terhadap perubahan sosial, pertama ditemukan  pendapat tiga mahasiswa  Asep Fahmi, Farida dan mengatakan bahwa  media sosial telah menimbulkan banyak manfaat dan  hanya efek negatif. dampaknya, diantara manfaatnya bisa menambah teman  untuk memudahkan bahan kajian penelitian dalam penggunaan media sosial. 

 Menurut mereka,  dampak negatif dari media sosial adalah mereka mengabaikan hal-hal  yang sering tidak berteman dengan mereka yang tidak  dengan obrolan yang tidak membantu mereka kehilangan waktu. 

 

Table 1. Observasi Siswa dalam penggunaan Sosial Media

 

No

Aspek Yang diamati

Alternatif Jawaban terbanyak

Ya

Tidak

1

Anak-anak saling berdiskusi dengan teman temannya menggunakan sosial media

 

2

Anak-anak menggunakan media sosial saat mengerjakan tugas

 

3

Ketika anak-anak mengakses sosial media lepas dari pantauan orang tua dan guru

 

4

Anak-anak lebih suka berkomunikasi dengan teman melalui sosial media

 

5

Anak-anak sering lupa waktu saat berhadapan dengan sosial media

 

6

Anak-anak lebih interaktif berkomunikasi lewat sosial media dibandingkan bertatap muka langsung

 

7

Anak-anak yang banyak menggunakan sosial media cenderung sebagai anak pendiam di dunia nyata

 

8

Anak-anak ikut berpartisipasi dalam hal mencari informasi tehadap materi pembelajaran dengan menggunakan sosial media

 

9

Anak-anak sering menyontek hasil karya orang lain melalui sosial media

 

10

Anak-anak mempunyai akun di lebih dari 2 sosial media

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kemudian, menurut tiga lainnya, Sandi, Mutia dan Hisyam mengatakan dampak negatif  media sosial dalam pergaulan banyak seperti anti sosial, maklum  tidak mau sering berinteraksi dengan teman sejati.  

 Hal ini dikarenakan media sosial menawarkan  medan pergaulan bebas dan  yang lebih luas tanpa harus mengetahui identitas dan penampilan asli pemilik, di media sosial tidak ada batasan ruang waktu  dan dengan mereka berkomunikasi di dunia maya, mereka bisa berkomunikasi kapan dimana tanpa harus  mengetahui identitas asli dan lengkap pemegang akun,  ini tentu saja dapat merugikan siswa, karena jika ada  memiliki ajakan negatif, akan mudah dipercaya.

Selain itu menurut 4 siswa/i lainnya Arfan, Jamaludin, Yuhan, dan Rizky mengatakan bahwa sosial media memiliki dampak positif dan negatif hanya saja tergantung bagaimana sikap penggunanya. Jika pengguna menggunakan sosial media untuk hal-hal yang baik maka akan berdampak positif, namun jika digunakan untuk hal-hal yang tidak baik atau kejahatan maka akan berdampak negatif, contohnya jika sosial media digunakan untuk membuat pertemanan dengan pembicaraan mengenai diskusi pelajaran maka hal tersebut akan memberikan sisi positif, dengan berteman secara publik dan mengelola jaringan pertemanan, serta membuat anak mudah menyelesaikan mata pelajaran yang dijadikan tugas, maka akan berdampak positif.

Dampak negatif muncul ketika media sosial digunakan untuk hal-hal yang buruk atau tidak bermanfaat. Anak menjadi tidak disiplin dan malas perkembangannya, terutama karena terlalu asik bergaul dengan teman baru, menarik dan anak mudah mengapresiasi karya orang lain Tidak sopan karena kita cenderung membiarkannya. Mereka meniru percakapan di media sosial dan seringkali tanpa filter sehingga sering berebut adegan berbahaya seperti adegan porno, kekerasan, perang, atau persekusi terhadap temannya. Bahkan mengakses dunia maya melalui tempat yang disebut warung internet alih-alih belajar di sekolah, media sosial ini membuat anak-anak boros dan diam-diam mencuri uang orang tua mereka untuk mengakses internet di kafe. Hal ini tentu dapat merugikan anak secara sosial.

Menurut 3 orang siswa/i lainnya, Rohman, Salamah, dan Mubarok mengatakan bahwa media sosial ini sangat bermanfaat, media ini dapat digunakan untuk saling berdiskusi dengan teman-teman mengenai mata pelajaran yang telah diberikan guru maupun terhadap tugas yang diberikan guru, namun tidak jarang karena saking asyiknya berdiskusi dengan teman-teman akhirnya pembahasan mereka meluas ke pokok bahasan lainnya di luar tema pelajaran yang tadi sehingga membuat mereka lalai dan lupa waktu, dan membuat tugas yang tadinya harus bisa selesai dengan cepat menjadi terbengkalai.

Selanjutnya menurut 3 siswa/i lainnya, Syamrotu, Permana dan Ahmad mengatakan sosial media ini dapat menghabiskan uang jajan sekolah mereka, dan tidak jarang di luar pantauan dari orang tua sehingga terkadang mereka melakukan segala cara termasuk mengambil uang orang tuanya tanpa meminta izin terlebih dahulu untuk melakukan akses internet, sehingga hilanglah kebosanan yang mereka alami.

 

C.    SIMPULAN

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan sebelumnya didapatkan bahwa sisi sosial media mempunya dua bagian yaitu positif dan negatif terhadap perubahan sosial anak. Mulai dari sisi negatif nya adalah anak-anak banyak yang menjadi anti sosial dimana mereka terlena oleh keasyikan berbincang dalam sosial media dibandingkan bertatap muka langsung dalam dunia nyata, hal lainnya adalah banyak juga yang terjebak menjadi pemalas dan boros demi melanjutkan keasyikan mereka dalam berbincang di sosial media.

Hal positif yang didapat juga banyak seperti kemudahan mengakses materi untuk tugas sekolah, bahan diskusi dari materi pelajaran di sekolah sampai memberikan pertemanan yang lebih luas bagi anak-anak yang sangat pendiam di dunia nyata.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Adebiyi, A., Akinbode, M., Okuboyejo, S., Agboola, M.G. and Oni, A.A.. Social Networking and Students' Academic

Performance: the Role of Attention Deficit, Predictors of Behavior and Academic Competence. (2015). [Online].

Available at: http://eprints.covenantuniversity.edu.ng/ 5336.

Chandra, D.T. and Rustaman, N.. Perkembangan Pendidikan Teknologi Sebagai Suatu Inovasi Pembelajaran Pada Pendidikan Dasar di Indonesia. Jurnal Pengajaran MIPA (2009).37–50.

Istiyanto, S.B. TELEPON GENGGAM DAN PERUBAHAN SOSIAL Studi Kasus

Dampak Negatif Media Komunikasi dan Informasi Bagi Anak-Anak di Kelurahan

Bobosan Purwokerto Kabupaten Banyumas. Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

(2016).58–63.

Khairuni, N. DAMPAK POSITIF DAN

NEGATIF SOSIAL MEDIA

TERHADAP PENDIDIKAN AKHLAK

ANAK (Studi Kasus di SMP Negeri 2 Kelas VIII Banda Aceh). JURNAL EDUKASI Jurnal Bimbingan Konseling. (2016).91–106.

Ngafifi, M. (2014). Kemajuan Teknologi Dan Pola Hidup Manusia Dalam Perspektif Sosial Budaya. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi

[Online] Available at: http://journal.uny.ac.id/index.php/jppfa/a rticle/view/2616.

Wahjono, W.. PERANAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MEMUDAHKAN TRANSFER KNOWLEDGE DALAM DUNIA PENDIDIKAN. 2015).

[Online] Available at: http://amikjtc.com/jurnal/index.php/ju real/article/view/87.

Komentar